Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono mengunjungi Kabupaten Ngawi , Jawa Timur, untuk meresmikan sejumlah proyek infrastruktur dan membuka pameran produk unggulan Jawa Timur.
Dalam kunjungan ini Bapak Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang lebih sering dipanggil Ibas, anggota DPR RI ikut serta dalam rombongan.
Kehadiran Bapak SBY ini menjawab kerinduan masyarakat di Ngawi untuk bertemu presiden secara langsung seperti yang disampaikan kepada Ibas saat kunjungan reses DPR Desember 2009 lalu. Ngawi sendiri merupakan salah satu kabupaten yang berada di daerah pemilihan Ibas selain Pacitan, Trenggalek, Magetan dan Ponorogo.
Dalam kunjungan ini selain meresmikan proyek-proyek infrastruktur di Jawa Timur, Presiden SBY meresmikan Pameran Produk-produk Unggulan Jawa Timur di terminal Kertosono, Ngawi.
Pameran Produk Unggulan Jawa Timur dan peresmian proyek-proyek infrastruktur, menurut Ibas memberikan makna strategis bagi kunjungan presiden SBY kali ini karena menunjukkan komitmen pemerintah yang besar terhadap perekonomian rakyat, terutama di dalam masa 100 hari Pemerintahan SBY.
Agenda lain dari kunjungan SBY adalah penandatanganan prasasti infrastruktur Jawa Timur serta penandatanganan Nota Kesepakatan (MOU) antara Pemda Jatim dengan Kodam V Brawijaya. Dengan.
Nota Kesepakatan ini juga mengatur tentang perumahan layak huni, perumahan untuk nelayan dan penebaran benih melalui udara. Sedangkan agenda lain dari kunjungan dua hari Presiden SBY adalah membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Pendopo Kabupaten Madiun.
Yang menarik dari kunjungan Presiden SBY kali ini adalah sebagian besar aktivitas yang dilakukan oleh SBY merupakan harapan dan aspirasi masyarakat Ngawi yang pernah disampaikan kepada Ibas dalam kunjungan resesnya bulan lalu.
Hal ini menunjukkan adanya sinergi yang positif dan konstruktif antara lembaga legislatif (DPR RI) dan lembaga eksekutif (Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah) dalam menangkap aspirasi rakyat didaerah dan menindaklanjutinya dalam bentuk program konkret.
Laporan: Taufik Johar | Ngawi