VIVAnews - Melalui proses seleksi yang cukup ketat akhirnya pengajar FSR-IKJ; Ritchie Ned Hansel, berhasil mengikuti program Artist Residence, yang diadakan oleh IASKA (Institute Arts Space Kellerberrin Australia) Australia Barat, bekerjasama dengan Institut Kesenian Jakarta.
IASKA merupakan organisasi non profit yang bergerak pada program-program internasional visual arts atau media project yang berdasarkan pada kesepakan yang kuat antara masyarakat lokal khusus dan situasi lingkungan yang ada. IASKA didirikan pada tahun 1998 melalui kolaborasi antara petani dengan seniman profesional yang berada di Kellerberrin, Australia barat.
Jumlah kandidat yang mengikuti program ini sebanyak 10 orang. Seleksi tahap awal terpilih 3 peserta melalui penilaian juri yang terdiri dari Direktur IASKA, Mr. Marcon; Founder of IASKA, Mr. Rodney Glick, dan Mr. Rob Finlayson (sebagai Staff Management Artist Residence program IASKA, Australia Barat), serta Bapak Firma Ichsan (Wakil Rektor II-IKJ). Kemudian terpilihlah satu pemenang yang berhak mengikuti program Artist Residence, yaitu Ritchie Ned Hansell, S.Sn (pengajar DKV FSR-IKJ).
Program Artist Residence ini merupakan program pertama kali yang diadakan pihak IASKA sebagai tidak lanjut dari program Jakarta Bienalle tahun 2009. Menurut Mr. Marcon, direktur IASKA, program ini ditujukan bagi seniman-seniman muda berbakat dan kreatif.
Sementara itu Dekan FSR-IKJ; Citra Smara Dewi, S.Sn, M.Si, menyampaikan harapan kepada Ritchie Ned Hansell, agar program ini dapat memberi pengalaman estetis yang sangat berharga. Sehingga pada akhirnya dapat mengembangkan seni budaya di tanah air.
Ritchie akan berangkat ’Residency’ke Fremanttle (West Australia) pada 16 Februari 2010 selama 3 minggu, lalu kembali ke Jakarta, dan berangkat lagi pada 23 April 2010 untuk 3 minggu terakhir. Pertukaran Artist Residence ini juga dibarengi dengan seniman Australia yang akan residency di Jakarta, yaitu Roderick Sprigg yang akan datang ke Jakarta pada 9 Februari 2010, yang akan bekerja sama dengan IKJ dan FSR-IKJ untuk membuat sebuah proyek seni.
Program Artist Residence adalah yang pertama kali bagi FSR-IKJ. Dekan FSR-IKJ mengharapkan agar program Artist Residence bisa dilanjutkan bagi para dosen dan alumni FSR-IKJ ke negara lainnya.