U-Report
IBC Gaungkan Safety Riding
Independent Bikers Club (IBC), klub sepeda motor para jurnalis, kembali menggelar diskusi.
Senin, 8 Maret 2010, 14:27 WIB
Edo Rusyanto
Kecelakaan sepeda motor di Jl. Raya Darmo. Surabaya (Iwan Heriyanto | surabayapost)

VIVAnews - Independent Bikers Club (IBC), klub sepeda motor para jurnalis, kembali menggelar diskusi guna menyebarluaskan kesadaran keselamatan berkendara di jalan. Maklum, sepanjang 17 tahun terakhir sudah lebih dari 218 ribu jiwa tewas sia-sia di jalan akibat kecelakaan.

”Dari diskusi ini kami berharap bisa memunculkan masukan kepada pemerintah untuk menyerap aspirasi bikers. Tujuannya agar peraturan yang dibuat pemerintah terkait lalu lintas jalan bisa implementatif,” papar Edo Rusyanto, ketua IBC saat Diskusi Panel Bikers: Bersahabat, Santun di Jalan, di Twin Plaza, Jakarta, Sabtu, 6 Maret 2010.

Selain Edo, tampil sebagai pembicara dalam diskusi yang dihadiri sekitar 70 bikers dari belasan klub motor di Jakarta itu adalah Iskandar Abubakar, staf ahli Menteri Perhubungan dan Rio Octaviano, ketua umum Road Safety Assoiciation (RSA).

Klub atau komunitas yang hadir di antaranya, Honda Tiger Mailing List (HTML), Honda Supra Jakarta (HSJ), MX Rider Community, Prides, Thunder Riders Community 125, Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI), Yamaha Jupiter Owner Community (YJOC), Megelli Independent Group (MIG), Mailing List Yamaha Scorpio (Milys), dan TVS Motor Community (TMC).

Menurut Edo, klub atau komunitas pengguna sepeda motor bisa pegang peranan menyebarluaskan kesadaran bersepeda motor yang aman, nyaman, dan selamat (safety riding). 

Caranya, lanjut dia, bisa melalui pelatihan internal, diskusi informal, hingga penjatuhan sanksi moral bagi anggota klub atau komunitas yang tidak mentaati aturan lalu lintas jalan. ”Faktor pendukung penyebaran safety riding di dalam klub di antaranya adalah solidaritas yang kuat dan respek tinggi sesama pengguna sepeda motor,” papar Edo yang juga penggiat RSA.

IBC yang berdiri sejak 30 Desember 2006, jelas Edo, konsisten menggaungkan safety riding bahkan mencantumkannya dalam anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART). ”Kami memprogramkan diskusi formal soal keselamatan jalan minimal satu tahun sekali,” kata pria pengguna Yamaha Vixion itu.

Sementara itu, baik Iskandar maupun Rio, sama-sama menekankan pentingnya kesadaran dari dalam diri bikers untuk mentaati aturan lalu lintas jalan sebagai salah satu upaya mengurangi kecelakaan di jalan.

”Kami dari RSA menempatkan rules atau ketaatan aturan sebagai prioritas, setelah itu perilaku dan keahlian berkendara,” sergah Rio.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah dalam membuat aturan soal lalu lintas jalan mendengarkan aspirasi publik. Hal itu disampaikan Rio mengingat saat ini, pemerintah sedang merancang peraturan pemerintah (PP) untuk melengkapi UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). ”Pekan depan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kepolisian RI, mulai membahas RPP tersebut,” jelas Iskandar.

Mantan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub itu juga menegaskan, PP tersebut diharapkan rampung sebelum Juni 2010.

PP untuk UU No 22/2009 menjadi vital sebagai kelengkapan peraturan guna menegakkan kedisiplinan masyarakat pengguna jalan.


• VIVAnews

Share :
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
Tentang U-REPORT
Semua isi materi baik berupa teks, foto dan video yang dimuat oleh U Report adalah tanggung jawab pengirim sepenuhnya. Redaksi berhak mengedit materi sepanjang tidak mengubah isi dan substansi.

Kami adalah portal berita, dan melalui kanal ini, ingin mengajak anda terlibat dalam proses penciptaan berita. Peristiwa terjadi setiap saat, dan karena itu pasti lebih banyak berita di sekitar kita dari apa yang terlihat di media, baik cetak maupun elektronik.

Anda boleh berbagi cerita yang tak biasanya kita baca atau tonton. Cerita yang kuat, menarik, penting, dan bersifat mendesak dari anda, sangat mungkin menjadi salah satu headline di VIVAnews.

Selamat berbagi cerita.
 
TOPIK U-REPORT
Cara Mesra Meredam Amarah Kekasih
Dycko Novanda
Berikan sentuhan canda, seperti dicubit pipinya, dielus kepalanya, dan dipijit hidungnya.