VIVAnews - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengingatkan warga Jawa Barat untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2010. Apalagi kegiatan sensus tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan data akurat penduduk, baik dari sisi fisik, sosial, budaya dan ekonomi.
Menurut Heryawan data yang didapat dari sensus bernilai strategis karena menjadi acuan Pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan ke depan. Adapun kegiatan SP 2010 dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 31 Mei 2010, dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia.
“Pastikan anda semua, khususnya warga Jawa Barat untuk menyukseskan kegiatan sensus. Caranya dengan menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan petugas sensus. Tentunya dengan cara yang benar dan akurat.
Semuanya itu dilaksanakan guna mendapatkan data seakurat mungkin bagi dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan,” tegas Heryawan saat melepas Gerak Jalan Santai dalam Rangka Sosialisasi SP 2010, Minggu (25/4) pagi di depan Gedung Sate, Bandung.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan tujuan utama Sensus Penduduk 2010 adalah menghitung sekaligus mengumpulkan data dasar kependudukan secara nasional, dan khususnya di Jawa Barat. Sensus untuk mengetahui antara lain data tentang tingkat kemiskinan, jumlah tenaga kerja dan pengangguran, serta data penduduk lainnya.
“Data riil terkait kemiskinan misalnya, menjadi aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan di Jawa Barat serta menjadi data bagi program BLT, Raskin, dan Jamkesmas,” ujarnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pelaksanaan SP 2010 di Jawa Barat dilayani oleh 90.000 petugas pencacah. Mereka bertugas mendata warga Jabar yang tersebar di 17 Kabupaten dan 9 Kotamadya selama 1 bulan penuh, dari tanggal 1 – 31 Mei 2010.
Petugas Sensus akan mendatangi tempat tinggal penduduk yang tersebar di 625 Kecamatan, 5.880 Desa/Kelurahan, 48.680 RW dan 199.911 RT tanpa dipungut biaya apapun alias gratis. Keterangan individu yang sifatnya rahasia dan dilindungi undang-undang. (adi)