VIVAnews - Minuman cokelat berenergi Nestlé MILO kembali menggelar kompetisi bulutangkis antar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Milo School Competition (MSC) 2009, yang akan melibatkan hampir 2.500 siswa di Pekanbaru, Banjarmasin dan Manado, memperebutkan Piala Taufik Hidayat dan uang pembinaan berjumlah total Rp 64 juta.
Kompetisi yang telah diselenggarakan delapan tahun berturut-turut sejak 2002 ini merupakan bentuk dukungan Milo terhadap pembinaan bulutangkis di Indonesia. MSC telah dilaksanakan di 19 provinsi dan diikuti lebih dari 20.000 siswa serta turut membesarkan nama-nama pemain yang kini tampil di kancah internasional seperti Febby Angguni dan Tommy Sugiharto. “Milo ingin menyediakan wadah penyaluran semangat para siswa dalam cabang olahraga bulutangkis melalui MSC ini”, kata Leonard Bimbuain, Brand Manager Milo, PT Nestle Indonesia.
Kota Pekanbaru menjadi kota pertama ajang kompetisi ini di GOR Angkasa tanggal 26-31 Mei 2009, dilanjutkan di GOR Hasanudin Banjarmasin tanggal 9-14 Juni 2009 dan terakhir di GOR KONI Sario Manado tanggal 23-28 Juni 2009.
Juara di setiap kota akan berhak melaju ke grand final MSC di Senayan, Jakarta, bulan Juli 2009. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan klub-klub bulutangkis mendukung MSC dengan menghadirkan tim talent scout, karena diharapkan akan terpantau bibit-bibit unggul dalam cabang olahraga bulutangkis yang dapat berprestasi dunia.
Milo berharap, MSC mampu mendukung terwujudnya generasi baru atlet bulutangkis Indonesia yang dapat mengukir prestasi dalam sejarah bulutangkis dunia, seperti yang dicita-citakan oleh masyarakat Indonesia.
Milo terus mempromosikan pentingnya olahraga, terutama bagi anak-anak. Olahraga itu penting tidak saja untuk kebugaran dan kesehatan, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan, seperti kompetisi, semangat berprestasi, dan juga sportivitas.