U-Report
Haruskah (hanya) Roti bagi Semua?
Petani berhak menentukan sendiri apa yang mereka tanam.
Sabtu, 20 Juni 2009, 19:10 WIB
Mariana Hasbie

VIVAnews - Seorang rekan kami bertanya pada koleganya yang berdarah Eropa, apakah teman londo itu tidak bosan makan roti setiap hari. Si kolega Eropa itu menjawab, “Sama lah seperti orang Indonesia yang selalu makan nasi setiap hari, pagi-siang-malam.”

Ah, de gustibus non est disputandum, kata orang dulu. Selera memang tak bisa diperdebatkan. Tapi ia bisa dibentuk dari budaya dan kebiasaan. Dan alamlah yang menyumbang pada kedua hal itu.

Indonesia sendiri, dahulu, memiliki pola konsumsi yang beraneka. Tergantung letak dan kondisi geografis. Pola ini tiba-tiba berubah di pertengahan 1980an, ketika bertanam padi digalakkan. Dari Sabang sampai Merauke menu utama orang Indonesia, ya, nasi. Indonesia adalah nasi. Hingga di suatu titik, beras yang kita punya tak cukup untuk semua.
 
Krisis pangan ini tak hanya melanda Indonesia. Seluruh dunia mengalaminya, dan bersepakat untuk mengambil tindakan untuk mengatasinya. Penerapan teknologi pertanian, pelatihan untuk petani, dan program sejenis lainnya demi meningkatkan produksi. Sesungguhnya ada hal lain yang tak kalah penting: penguatan pangan lokal.

Kembali pada pangan lokal adalah salah satu usaha untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Orang tidak perlu bergantung pada satu jenis makanan saja. Orang Indonesia tak harus selalu bergantung pada nasi, yang Eropa pun tidak harus melulu roti. Biarlah fiat panis -semoga ada roti-hanya semboyan FAO saja. Lebih penting dalam kenyataan adalah fiat nutrimens-semoga ada makanan.


• VIVAnews

Share :
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
Tentang U-REPORT
Semua isi materi baik berupa teks, foto dan video yang dimuat oleh U Report adalah tanggung jawab pengirim sepenuhnya. Redaksi berhak mengedit materi sepanjang tidak mengubah isi dan substansi.

Kami adalah portal berita, dan melalui kanal ini, ingin mengajak anda terlibat dalam proses penciptaan berita. Peristiwa terjadi setiap saat, dan karena itu pasti lebih banyak berita di sekitar kita dari apa yang terlihat di media, baik cetak maupun elektronik.

Anda boleh berbagi cerita yang tak biasanya kita baca atau tonton. Cerita yang kuat, menarik, penting, dan bersifat mendesak dari anda, sangat mungkin menjadi salah satu headline di VIVAnews.

Selamat berbagi cerita.
 
TOPIK U-REPORT
Cara Mesra Meredam Amarah Kekasih
Dycko Novanda
Berikan sentuhan canda, seperti dicubit pipinya, dielus kepalanya, dan dipijit hidungnya.