VIVAnews - 12 anak juara MILO School Competition (MSC) 2009 dari Pekanbaru, Banjarmasin dan Manado telah melalui babak penyisihan grand final di Gedung Bulutangkis Asia Afrika.
Hari ini mereka memasuki babak final memperebutkan juara 1 dan 2 untuk masing-masing kategori. Bukan hanya berjuang memperoleh gelar, ke-12 anak tersebut juga bersaing mencari perhatian klub-klub besar yang telah diundang untuk melakukan talent scouting.
Kesempatan direkrut oleh klub besar diyakini dapat memuluskan jalan mereka menuju mimpi menjadi juara bulutangkis Indonesia masa depan. Tiga klub bulutangkis ternama di pulau Jawa yang menyaksikan langsung aksi finalis MSC adalah Jaya Raya dari DKI Jakarta, Taufik Hidayat Force Management dari Jakarta dan Hi-qua Wima dari Surabaya.
Dedi Kusdinar, Ketua Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) mengatakan, kompetisi bulutangkis antar sekolah seperti MSC ini memberi kesempatan kepada bibit-bibit bulutangkis di daerah-daerah untuk dilirik oleh klub-klub besar yang selama ini luput memperhatikan mereka.
Sejalan dengan pernyataan di atas, Kepala Sub bidang Pelatnas, PBSI, Christian Hadinata menambahkan, “Pencarian bibit-bibit bulutangkis langsung ke daerah-daerah dapat mempercepat regenerasi pebulutangkis Indonesia agar kita dapat mengejar ketinggalan kita dari negara-negara lain”.
Syahnan Ketua Bidang Wasit PBSI Kalimantan Selatan sekaligus Ketua pelatih PB Daerah Bersatu di Banjarmasin menjelaskan bahwa MSC dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak untuk serius berlatih bulutangkis.
Terbukti sejak pelaksanaannya di Banjarmasin pada 9 – 15 juni 2009 jumlah anggota klub yang dikelolanya bertambah dari 20 orang menjadi 70 orang. Tentu saja hal ini sangat menggembirakan karena dapat mendorong perkembangan bulutangkis di Indonesia.
Penyelenggaraan Kompetisi Bulutangkis antar sekolah yang diadakan sejak tahun 2002 di 21 Propinsi dan telah diikuti oleh lebih dari 20.000 peserta ini juga merupakan bagian dari pendidikan. Sejak dini anak-anak dapat mempelajari nilai-nilai kehidupan melalui olahraga, bagaimana agar dapat meraih cita-cita, membuat mimpi menjadi kenyataan.
Karena dalam menghadapi sebuah kompetisi dibutuhkan kerja keras, disiplin, keseriusan, sikap optimis, pantang menyerah dan kemauan untuk menjadi seorang juara. Dibutuhkan proses panjang sebelum menjadi juara.
“MILO mendorong anak-anak selalu bersikap positif dan optimis untuk mengejar mimpi. Sesuai dengan tagline MILO yaitu Energi untuk Menang Setiap Hari,” ungkap Prillia Sandra, Category Marketing Manager Beverages PT Nestle.
Satu lagi babak telah dilalui oleh ke 12 (dua belas) finalis MSC untuk meraih mimpinya. Terus berlatih dan berkompetisi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas akan mengiringi jalan mereka menuju juara bulutangkis Indonesia masa depan.
Melihat pengalaman idola mereka, Taufik Hidayat yang melalui perjalanannya sebagai juara dunia dengan susah payah dan berkesempatan untuk berlatih bersama Taufik hari Jumat yang lalu, menambah semangat anak-anak itu karena sepertinya mimpi mereka semakin dekat.
Hasil Pertandingan grand final 19 Juli 2009, Gedung Bulutangkis Asia Afrika-Senayan Jakarta.
SD Putra Juara I : Sandy (Banjarmasin) Juara II: Teguh (Pekanbaru) Juara III: Calvin Mamonto (Manado)
SD Putri Juara I : Verenika Rumate (Manado) Juara II: Chyntia (Banjarmasin) Juara III: Nurhafiza (Pekanbaru)
SMP Putra Juara I : Dimas Christy (Banjarmasin) Juara II: Setyanathio Nugroho (Manado) Juara III: Dedy Kurniawan (Pekanbaru)
SMP Putri Juara I : Siska Nami (Pekanbaru) Juara II: Adelina Purindo (Manado) Juara III: Janita Dewi Norasjha (Banjarmasin)